Skip to content
Gereja Nasrani Catholic Ortdox
logohead
Menu
logohead
Menu
subhead
Sejarah Kami
www.gnicatholicortodox.com
Sejarah Kami
Gereja Nasrani Indonesia
  • 2006, bapak H. Toruan di Jakarta mulai belajar dalam AoJ, satu komunitas gereja yang mengklaim suksesi rasuliahnya dari Shliakh Mar Keipha, Shliakh Mar Thoma dan Mebaqqer Mar Ya’aqub ha-Tzadik saudara Maran. Gereja ini mengklaim suksesinya berasal dari kedua rasul tersebut dan satu uskup. Pada waktu itu Patriaknya ke-70; Patriak Katolikos Rabban Mar Michai Isagelos Kazak Yaza ke-XII keturunan dari keluarga Miriam dan etnis Burma.

Dalam misi pengembangan gereja ini ke seluruh dunia; bapak H.Toruan diangkat menjadi Pelayan Awam untuk wilayah Indonesia dibawah seorang mentor Rabban yang berkedudukan di Tennesse (USA). Selama tujuh tahun beliau ini dengan setia dan tunduk dibawah bimbingan mentornya dan membela komunitas keagamaan ini.

Tahun 2008 patriak gereja ini wafat dan digantikan dengan orang yang tak satu visi dengan patriak sebelumnya, ia lebih berhaluan Yudaisme Mesianik yang rasis – anti-Kristen dan menafsirkan berseberangan dengan ajaran-ajaran patriak sebelumnya, mereka mulai menekankan supremasi Yudaisme sebagai yang unggul, teologi keilahian Mar-YAH Yahushuah dipandang hanya sebagai “rabi agung” dan keilahian-Nya tercipta sebagai ha-Panim Elohim (teofani ilahiah) saja, sama persis dengan pengajaran sekte bidat Ebinotisme abad ke-2 M.

Setelah melalui korespondensi dan perdebatan teologis yang berkepanjangan akhirnya, bapak H.Toruan mengundurkan diri dari kelompok keagamaan ini dan tak bersedia lagi mendukung dan membantu mereka di Indonesia.

  • Tahun 2008, Ibu Erna Tan, pencetus Gerakan Mesianik modern di Indonesia bergabung sampai sekarang dengan kepemimpinan bapak H. Toruan.
  • Tahun 2013, Shamasha H.Toruan mengundurkan diri dari Asembly of Jerusalem (AoJ dikarenakan adanya penyimpangan besar dalam pengajaran. Persoalan teologis ini dicermati oleh pihak pimpinan di Amerika dan Iran sehingga mereka menyusun strategi “adu domba” dengan menerima kelompok-kelompok tertentu yang tadinya dibawah asuhan bapak H.Toruan sehingga semakin memperuncing dan terjadinya gesekan diantara anggota. Melihat indikasi buruk ini bapak H.Toruan menyatakan secara tertulis mundur dari AoJ dan diterima oleh pihak pimpinan di luar negeri. Masalah selesai dan selamat tinggal AoJ selamanya.
  • 2013, bapak H.Toruan diterima oleh Gereja Ortodoks Katolik berhaluan Oriental dan Katolik Barat di Queensland – Australia pada Gereja Ortodoks Katolik Independen, dibawah pimpinan Primat Metropolitan Uskup Agung Mar John Reginal Cuffe, D.D., CKC., dan memulai pemuridan langsung dibawah pengawasan beliau. Keuskupan Agung Gereja Ortodoks Katolik Australia merupakan lembaga gerejawi resmi terdaftar dan diakui pemerintah Australia dengan pusat Katedral fisiknya: St Cecelia’s Church di Jalan Raya D’Aguilar Highway 443 King Street, Moodlu – Caboolture – Queensland – Australia. Memiliki properti lahan ratusan hektar yang di atasnya ada bangunan Biara the Confraternity the Christ of King (CKC), Gereja Katedral St. Michael, sekolah umum St. Michael College, dan Museum Purbakala yang banyak artifaknya berasal dari donasi William Ainger Wigram (http://en.wikipedia.org/wiki/William_Ainger_Wigram) seorang misionaris yang bekerja di Timur Tengah yang diutus Gereja Anglikan dan pemerintah Kerajaan Inggris dan berteman baik dengan Archbishop J.S.M. Ward, dan juga ada lahan cukup luas sekali bagi Ranch kuda, dan belum lagi properti dan hutan lindung yang dikelola oleh St. Cecilia, dan milik properti di wilayah lain dengan berbagai bidang usaha yang dikelola Gereja. Membandingkan manajemen gerejawi sebelumnya tampaknya dua dunia yang berbeda sama sekali; dahulu mengikuti komunitas keagamaan AoJ – Cybernet yang dikelola dibalik PC Komputer saja dan sekarang adalah organisasi gerejawi internasional dunia nyata.
  • Desember 2014, bapak Hotman Toruan, dibaptis ulang sekalipun sebelumnya telah dibaptis dalam Gereja Ortodoks Yunani di Indonesia menurut baptisan rasuli. Namun, setelah dijelaskan bahwa Gereja Katolik Ortodoks Zaman Baru Australia tidak mengakui BAPTISAN tersebut dengan alasan mata rantai tahbisan Suksesi Rasuli Shliakh Mar Andreas tidak jelas dalam sejarah gereja ini, sekalipun menyebutkan dari salah seorang dibawah keuskupan Heraklea juga tidak ada catatan langsung adalah murid Mar Andreas. Kemudian adanya keberatan susunan daftar silsilah para uskup yang tidak harmonis sejak awal dengan mengklaim tahbisan Suksesi Rasuli Andreas ditempatkan pada kedudukan pertama, kemudian Mar Stacys (murid 70), Onesimus murid Mar Saul dan juga nama Polikarpus yang adalah murid Shliakh Mar Yokhanan yang berarti adanya Multi Tahbisan Suksesi Rasuli, tetapi kenyataannya yang diklaim hanya dari Mar Andreas. Ini sungguh membingungkan sama dengan dengan klaim kepatriakan gereja Ortodoks Yunani Yerusalem yang langsung menempatkan uskup markus sebagai generasi ke-16 setelah Uskup-uskup Yahudi pada hal uskup Markus tidak memilki tahbisan suksesi rasuli langsung dari Uskup Mar Ya’aqub ha-Tzadik tapi mengklaim sendiri tanpa ada bukti otentik! Peristiwa yang sama dengan Kepatriakan Byzantium Ortodoks baru ada setelah 400 tahun lebih yang dengan mendadak mengklaim suksesi rasuli dari Rasul Andreas, pada hal tidak ada catatan sejarah yang jelas bahwa Rasul Andreas mentahbiskan para uskup pengganti dirinya. Maka tanggal 12 Desember 2014 bapak H.Toruan harus dibaptis ulang dan semua baptisan dari Gereja manapun tidak diakui sah!

Dengan demikian, Baptisan dan Krisma yang berasal dari Gereja Ortodoks Yunani di Indonesia dinyatakan INVALID dan harus dibaptis ulang dalam Suksesi Rasuli Gereja Katolik Ortodoks Zaman Baru. Ini adalah hak prerogatif yurisdiksi gerejawi ini untuk tidak mengakui atau mengakui pihak gerejawi lainnya tak punya hak campur tangan internal persfektifnya sekalipun dipandangan Gereja-gereja lain mengakui, tapi Gereja ini tidak.

Kemudian, tahbisan suksesi rasuli dari Assembly of Jerusalem (AoJ) yang didapatkan sebelumnya dari garis silisilah Shimon Keipha, Mar Ya’aqub ha-Tzadik dan Mar Thoma dilihat INVALID, Mutlak Kosong dan Batal (“absolutely null and utterly void”),  karena tidak memenuhi kriteri Tahbisan Suksesi Rasuli yang sah berdasarkan: FORM, MATTER, INTENT, dan MINISTER.

Tahbisan Suksesi Rasuli dari Gereja – gereja lain tidak otomatis diakui VALID, pada umumnya harus ditahbiskan ulang kembali dari mulai tingkat Minor Orders hingga Mayor Orders.

  • Pada Perayaan St. Nicholas, tanggal 6 Desember 2014 ditahbiskan ulang dari mulai tingkat Minor Orders sampai Mayor Orders sebanyak Sembilan Jenjang Hierarki Keimamatan selama dua minggu melelahkan. Pada jenjang terakhir dikonsekrasi sebagai Uskup dengan Tahbisan Sah menurut semua persyaratan konsensus Rasuli yang sudah berlangsung selama 2000 tahun hingga kini.

Fr. Nicholas H.Toruan ditahbiskan dan dikonsekrasi oleh:

  • The Most Rev. Archbishop Metropolitan Mar John Reginal Cuffe (Konsekrator Utama)
  • Bishop Rt.Rev. Bishop Brian Baden (Asisten Konsekrator I),
  • Rev. Bishop John Guy (Asisten Konsekrator II).

Dan disaksikan dua Qashisha (Presbiter) lainnya; Rev. Fr. John Cuffe (junior), Rev. Fr. James, dan seorang Archadeacon Fr. George, dll.

Organisasi Gereja Katolik Ortodoks Independen ini adalah organisasi gereja internasional yang telah memiliki puluhan Uskup di seluruh dunia, dan beberapa Uskup Agung. Khusus dibawah jurisdiksi kepemimpinan Archbishop Metropolitan Mar John Reginal Cuffe, Uskup Nicholas H.Toruan adalah Uskup ke-7 sebagai Uskup Gereja Katolik Ortodoks Zaman baru Australia dan diperbantukan untuk misi di Indonesia dengan nama Yurisdiksi Gereja Nasrani Indonesia (Keuskupan Gereja Nasrani Ortodoks Katolik Rasuli Kudus Indonesia).

  • 2015, Uskup Mar Nicholas H. Toruan terus memuridkan lebih banyak lagi jiwa-jiwa yang haus pengajaran kuno Nasrani yang satu, kudus, ortodoks, katolik dan rasuliah bagi menyambut Kedatangan Kedua Kali Maran kita Yeshua Mshikha bar Alaha. Maranatha! The Rt. Rev. Uskup Mar Nicholas H.Toruan, CKC, diberikan mandat dan otoritas penuh mentahbiskan para pelayan bagi keimamatan di Indonesia. Juga menjadi Dean of the Saint Basil Theological College perwakilan Indonesia, suatu lembaga pendidikan pelatihan Imam dari mulai program Sertifikat, Diploma, S-1, S-2, dan S-3. 25 Desember 2015 Uskup Mar Nicholas H.Toruan, tutup usia, beliau meletakkan mutiara yang sangat berharga sebagai pondasi berdirinya GNI.

Dengan demikian kami sampaikan kepada publik jika ada orang-orang tertentu yang mencoba menelikung dan mengatasnamakan Gereja Nasrani Ortodoks Katolik Indonesia atau atas nama Uskup Nicholas dengan mengadakan pemuridan tanpa ada ijin resmi tertulis dan bukan pelayan tertahbis yang diakui Uskup di Indonesia dan Australia, maka oknum-oknum tersebut bukan bagian Keuskupan Gereja Nasrani Ortodoks Katolik ini.

Pada Tanggal 5 Mei 2016, di Gereja St. Cecilia Queensland Christian Boreel ditahbiskan  oleh Fr John Reginal Cuffe, Fr. Brian Baden, Fr. John Guy, sebagai uskup mengantikan Uskup Nicholas H. Toruan.

Uskup Christian Boreel bersama sama Uskup Agung Fr. John Reginal Cuffe dan Fr. John Anthony Cuffe mentahbiskan. Abidin S Pangaribuan (Medan)Andreas
Surijadi Christian (Madiun)dan Daniel Toto (Yogya). Sebagai Uskup pada tanggal 21 September 2017 di Bogor.

Pentahbisan Uskup metropolitan Christian Boreel
Pelantikan Uskup Uskup Indonesia di Bogor
tambahangal (2)