Kami memiliki multi jalur mata rantai tahbisan Suksesi Rasuli, Tahbisan-tahbisan ini memadukan Tradisi Timur dan Barat sehingga sangat kaya dalam Tradisi-tradisinya: Garis silsilah Tradisi Timur terutama berasal dari garis Suksesi Rasuliah Gereja Oriental seperti Gereja Syria Ortodoks – Antiokia (Yakobit) dan Gereja Assyria Timur (Nestorian). Lainnya Gereja-gereja Uniat Katoli seperti Armenia, Kaldea. Gereja Katolik Roma dari jalur Gereja Katolik Lama (Utrecht), dan Anglikan.
Tabel suksesi Kepatriakan Antiokia menunjukkan pengembangan Baratnya. Kepatriakan ini tidak pernah berhenti memilih dan mengkonsekrasi Patriaknya sendiri dan mempertahankan Suksesi Rasuli tak putus. Keuskupan ini adalah Gereja non-Yahudi pertama didirikan oleh Shliakh Mar Shimon Keipha tahun 35 Masehi menurut catatan Sejarah Anglo-Saxon, dan pada keuskupan inilah para pengikut Yeshua Mshikha pertama kali disebut “Mshikhanim” (dalam bahasa Ibrani-Aramaik) atau “Kristen” (dalam bahasa Yunani). Di bawah ini, kami hanya menyebutkan satu jalur tahbisan Suksesi rasuliah secara utuh sejak zaman Rasul dari kepatriakan Gereja Ortodoks Syria-Antiokia (Yakobit) dan lainnya bisa diakses lewat informasi Internet yang sah, penulusuran mundur ke belakang. Ini kami hanya menyebutkan nama-nama yang penting saja untuk menghemat tempat.
Pembaca juga harus dewasa dalam menyikapi komentar-komentar negatif yang biasanya berasal dari Gereja-gereja Ortodoks Besar yang merasa dirinya adalah TUAN dan PEMILIK Tahbisan sah yang berpikir jika keluar dari sistem administrasi dan organisasi mereka, maka otomatis Tahbisan Batal dan Tak Sah. Kita harus waspada agar anda jangan jatuh dalam dosa PENGHUJATAN ROH KUDUS tanpa anda sadari, sebab yang melahirkan Suksesi Rasuliah adalah sang Roh Kudus yang adalah Alaha sendiri sebagai Bunda Ilahi dalam Maran Yeshua Mshikha bagi kemuliaan Bapa. Aliran “Lidah-lidah Api” Roh Kudus tidak pernah diberikan menjadi properti suatu lembaga gerejawi manapun, Dia bebas berdaulat dan tak bisa dihambat oleh usaha manusia: Jika seorang uskup ditahbisan secara sah menurut konsensus Rasuli dalam format Form, Matter, Inten yang tepat yakni; dihadiri oleh Penahbis dan Tertahbis secara fisik, diselenggarakan dalam ibadah Liturgi Ekaristi, tata cara pentahbisan yang sudah dibakukan, adanya tumpang tangan, pengurapan, penahbis utama dan asisten pentahbis memiliki tahbisan sah, adanya saksi mata, adanya intensi dari orang yang tertahbis maupun penahbis, dan diselenggarakan sesuai aturan berlaku. Jika ada orang terlalu lancang dan berani berkata bahwa “tahbisan” salah satu dari mereka tersebut dibawah ini batal dan kosong maka akan membatalkan seluruh mata rantai sampai kepada Rasul sendiri dan bahkan keimamatan Melkisedek Yeshua sendiri.
Ini resiko besar bagi siapa saja, entahkah dia Patriak, Uskup, Imam, atau Orang Awam akan menerima kutuk Ilahi karena berani menyatakan tahbisan itu tidak sah, hujatan terhadap karya Roh Kudus tidak bisa dipermainkan, sekalipun ada Patriak yang begitu berani membuat ‘pernyataan’ tidak sah dan oknum ini harus mempertanggungjawabkan dihadapan Alaha sendiri (Mattai 12:32).
Organisasi lembaga Gereja Roma Katolik yang begitu besar saja dengan bijaksana mengeluarkan pernyataannya:
Dominus Iesus
Di Vatikan pada tanggal 16 Juni 2000, Paus Yohanes Paulus II meratifikasi dan memerintahkan penerbitan Dominus Iesus. Deklarasi Kongregasi ini untuk Ajaran Iman yang ditandatangani dan diterbitkan oleh Joseph Kardinal Ratzinger (Paus Benediktus XVI) pada bulan Agustus tahun yang sama.
Dalam Deklarasi ini, Gereja Katolik Roma mengakui keabsahan Tahbisan – tahbisan dan Sakramen denominasi-denominasi Gereja Katolik Lama:
“Gereja-gereja yang, sementara tidak ada dalam persekutuan yang sempurna dengan Gereja Katolik [Roma], tetap bersatu dengannya dengan cara ikatan-ikatan terdekat, yaitu, berdasarkan suksesi rasuli dan Ekaristi yang sah, adalah Gereja-gereja khusus yang benar.”
“Oleh karena itu, Gereja-gereja yang terpisah ini dan komunitas-komunitas semacam itu … tidak berarti telah kehilangan arti dan pentingnya misteri dalam keselamatan. Sebab Roh Mshikha tidak berhenti memakai mereka sebagai sarana keselamatan yang berasal dari kesungguhan hati mereka dan dari kepenuhan kasih karunia dan kebenaran yang dipercayakan kepada Gereja Katolik.”(IV. Kesatuan dan Persatuan Gereja, 17)
Kutipan lain
Katolik Almanak – 1974
“Gereja Roma mengakui keabsahan Tahbisan-tahbisan Katolik Lama dan Sakramen lainnya.” (Felician A. Roy, OFM, hal. 368) — The Pastoral Companion – A Canon Law Handbook for Catholic Ministry – Third Edition by John M. Huels,J.C.D. page 335)
“Kondisi utama adalah bahwa sakramen-sakramen ini dapat diterima hanya dari para pelayan tertahbis. Mereka ini adalah para pelayan yang tergabung dalam “gereja-gereja yang melestarikan substansi ajaran Ekaristi, ketetapan-ketetapan sakramen, dan suksesi rasuli.” Ini mencakup semua Gereja-gereja Katolik non Timur – Gereja Polandia Nasional, Katolik Lama, dan Katolik Roma Lama.”
Saudara-saudara yang terpisah
“Kami tidak punya alasan meragukan bahwa Tahbisan-tahbisan Katolik Lama adalah Sah. Suksesi Rasuli tidak bergantung pada ketundukan kepada Tahta Petrus, melainkan pada jalur garis suksesi dari sumber-sumber Rasuli, materi yang tepat dan bentuk, dan niat tepat… seperti halnya para uskup Katolik Lama adalah para uskup dalam Suksesi Rasuli … Katolik Lama, seperti Ortodoks, memiliki keimamatan yang sah.”– (William J. Whalan, pp. 204.248)
Hak dan Tanggung Jawab: Pedoman Katolik bagi Kode Baru dari Hukum Kanonik
“Ketika seorang pelayan kudus Katolik tidak tersedia dan ada kebutuhan spiritual yang mendesak, umat Katolik (Roma) dapat menerima Ekaristi, pengakuan dosa, atau pengurapan minyak dari para pelayan kudus dari denominasi-denominasi non-Katolik (Roma) yang memiliki Tahbisan-tahbisan Kudus dipandang sah oleh Gereja Katolik. Ini termasuk semua imam Ortodoks Timur, serta imam Katolik Lama atau Gereja Nasional Polandia.–“(Thomas P. Doyle, O.P., hal. 44)
Sebaliknya Gereja-gereja Ortodoks Timur dan Oriental sangat kaku dan terlalu jauh bertindak:
“Barangkali ini jelas nilai dalam mencegah konsekrasi orang yang tidak layak, tetapi lebih cenderung memperkenalkan unsur POLITIK GEREJAWI dan mempromosikan struktur hirarkis yang sangat ASING bagi Gereja pada zaman Rasuli. Bahkan, di beberapa Gereja-gereja Ortodoks Timur atau Oriental sikap ini telah berkembang menjadi sebuah DOKTRIN yang mempertanyakan validitas dari Tahbisan dari siapa pun yang ditahbiskan dan / atau ditahbiskan TANPA PERSETUJUAN DARI HIRARKI GEREJA.” Tentunya kita tidak menganut pandangan ini, juga tidak sebagian besar kelompok lain termasuk yang terbesar dari semua – Gereja Katolik Roma. (Arcbishop John Cuffe. History of Our Church,p.354/2006).
Kami menyediakan cantuman pada website ini, salinan garis silsilah lengkap dari Shliakh Simon Mar Keipha (Petrus) di Antiokia. (Kebetulan garis ini bisa juga ditelusuri kembali kepada Alexandria melalui Mar Theodosius, Patriak Alexandria, yang ada di Konstantinople pada tahun 544 M., bertindak sebagai pentahbis bagi Sergius, Patriak baru bagi Antiokhia). Garis silsilah Suksesi ini secara tehnis dikenal sebagai SYRIAN-MALABAR dan juga memiliki hubungan dengan Shliakh Mar Thoma, yang pertama kali menginjili India pada pertengahan abad pertama Masehi. Sebagai kelompok minoritas yang sering teraniaya, “orang-orang Nasrani Mar Thoma” sebagaimana mereka dikenal, berjuang untuk bertahan hingga pada abad ke-17 Masehi banyak dari mereka, menjadi tanpa seorang Uskup yang menempatkan diri mereka sendiri dibawah yurisdiksi dari Kepatriakan Ortodoks Syria dari Antiokhia pada tahun 1665 M. Dari sejak saat itu mereka menerima hierarki Uskup-uskup dan menjadi dikenal sebagai Gereja Ortodoks Syria Malabar. Inilah sebabnya mengapa, pada akhir dari Tabel Suksesi dicantumkan, anda melihat pertama kali Nama-nama non-Kepatriakan yang semuanya mentahbis dibawah otoritas Patriak.
Garis silsilah Antiokhia ini, melalui Gereja Ortodoks Syria, (disebut Jakobit oleh musuh-musuhnya) adalah garis silsilah mayoritas kami, tapi sebagaimana anda ketahui kami juga memperoleh sejumlah garis silsilah tambahan melalui berbagai macam Tahbisan-tahbisan kondisional dari Uskup Agung John Sebastian Marlow Ward pada tahun 1945 dan lain waktu. Kebanyakan ini kembali akhirnya kepada, baik itu, Antiokhia, Alexandria atau Roma. Daftar-daftar Para Patriak Awal dari Alexandria dan Roma sudah ada tersedia di internet jika anda membutuhkan hal itu. Saya melampirkan di sini hanyalah nama-nama terakhir dari garis silsilah yang bermuara kepada Mar Georgius (Newman) dan melalui dia kepada Ward dan saya sendiri.
- JALUR MATA RANTAI TAHBISAN GEREJA ORTODOKS SYRIA-ANTIOKIA
Berikut adalah Nama-nama Patriak Gereja Syria Ortodoks Antiokia:
- Simon Kefa sang Shliakh 35
- Evodius 44
- Ignatius I. Martir 68
- Earon 107
- Cornelius 137
- Eados 142
- Theopliilus 157
- Maximinus 171
- Seraphim 179
- Asclepiades, Martir 189
- Philip 210
- Zebinus 219
- Babylos, Martir 237
- Fabius 250
- Demetrius 251
- Paul I 259
- Domnus I 270
- Timotheus 281
- Cyrilus 291
- Tyrantus 296
- Vitalius 301
- Philogonius 318
- Eustachius 323
- Paulinus 338
- Philabianus 383
- Evagrius 386
- Phosphorius 415
- Alexander 416
- John I 428
- Theodotus 431
- Domnus II 442
- Maximus 450
- Accacius 454
- Martyrius. 457
- Peter II 464
- Philadius 500
- Serverius the Great 509
- Sergius 547
- Anastasius 560
- Gregory I, 561
- Paul II. 564
- Patra 571
- Domnus IV. 586
- Julianus 591
- Athanasius I. 595
- John II. 636
- Theodorus I. 649
- Severus 668
- Athanasius II 684
- Julianus II. 687
- Elias I. 709
- Athanasius III. 724
- Evanius I. 740
- Gervasius I. 759
- Joseph 790
- Cyriacus 793
- Dionysius I. 818
- John III 847
- lgnatius II. 877
- Theodosius 887
- Dionysius II. 897
- John IV. 910
- Basilius 922
- John V. 936
- Evanius II. 954
- Dionysius III 958
- Abraham I. 962
- John VI. 965
- Athanasius IV 987
- John VII. 1004
- Dionysius IV. 1032
- Theodorus II. 1042
- Athanasius V. 1058
- John VIII. 1064
- Basilius II, 1074
- Abdoone 1076
- Dionysius V. 1077
- Evanius III. 1080
- Dionysius VI 1088
- Athanasius VI. 1091
- John IX. 1131
- Athanasius VII 1139
- Michael I. The Great 1167
- Athanasius VIII 1200
- Michael II 1207
- John X. 1208
- Ignatius Ill. 1223
- Dionysius Ill. 1253
- John XI. 1253
- Ignatius IV. 1264
- Philanus 1283
- Ignatius Baruhid 1293
- Ignatius Ishmael 1333
- Ignatius Basilius III. 1366
- Ignatius Abraham II. 1382
- Ignatius Basilius IV. 1412
- Ignatius Bahanam I. 1415
- Ignatius Elijah 1455
- Ignatius John XII. 1483
- Ignatius Noah 1492
- Ignatius Jesus I. 1509
- Ignatius jacob I. 1510
- Ignatius David I. 1519
- Ignatius Abdullah 1520
- Ignatius Naamathalak 1557
- Ignatius David II. 1576
- Ignatius Philathus 1591
- Ignatius Abdullah II. 1597
- Ignatius Cadhai 1598
- Ignatius Simeon 1640
- Ignatius Jesus II 1653
- Ignatius A. Messiah I. 1661
- Ignatius Cabeed 1686
- Ignatius Gervasius II. 1687
- Ignatius Isaac 1708
- Ignatius Siccarablak 1722
- Ignatius Gervasius III. 1746
- Ignatius Gervasius IV 1768
- Ignatius Mathias 1781
- Ignatius Bahanam II. 1810
- Ignatius Jonas 1817
- Ignatius Gervasius V. 1818
- Ignatius Elias II. 1839
- Ignatius Jacob II. 1847
- Ignatius Peter III. 1872
PATRIAK KE-126 DI ATAS MENAHBISKAN:
Paul Athanasius pada tahun 1877 dan dia dilantik menjadi Duta besarnya. Dia, sesuai dengan Surat Keputusan Kepatriakan dari Ignatius Peter III., tertanggal 29 Januari 1889, mentahbiskan Francis Xavier Alvarez pada tanggal 29 Juli 1889, sebagai Uskup Agung Srilanka (Ceylon), dibantu oleh Paul Mar Evanius dan George Mar Gregorius, Para Uskup Malabar dibawah Antiokia. Uskup Agung Alvarez sesuai dengan Surat Edaran Ignatius Peter III., tertanggal 29 Desember 1891, mentahbiskan:
Joseph Rene Vilatte pada 29 Mei 1892, Church of Our Lady of Good Death, Colombo, Ceylon, sebagai Uskup Agung Metropolitan bagi semua mereka umat Katolik Amerika yang menganut paham iman Ortodoks dari Gereja Tak Terbagi Perdana. Uskup Agung Alvarez (gelar keuskupan, Julius I.) dibantu oleh Mar Athanasius, Uskup Kottayam, dan Mar Gregorius, Uskup Niranam. Uskup Vilatte mentahbiskan:
Frederic E. J. Lloyd di Kapel Mar David, 536, jalan Timur ke-36, Chicago, pada 29 Desember 1915. Uskup Agung Vilatte dibantu oleh Uskup Paul Miraglia, dari New York. Uskup Lloyd dipilih pada tahun 1920 Uskup Agung dan Metropolitan pelanjut suksesi Uskup Agung Vilatte. Uskup Agung Lloyd mentahbiskan:
John Churchill Sibley pada tanggal 29 September 1929 pada Sinode Umum bersidang di Kota Chicago dan ia dan Sinode menganugerahkan Uskup Sibley Keuskupan Agung Mulia sebagai Uskup Agung Metropolitan untuk Kerajaan Inggris. Uskup Agung Lloyd dibantu oleh Uskup Agung Gregory dari Provinsi Pasifik dan Uskup Daniel, Uskup Francis dan Uskup Axel. Uskup Agung Churchill Sibley mentahbiskan:
John Sebastian Marlow Ward pada 6 Oktober 1935, di Gereja Biara Mshikha Raja, Park Road, New Barnet, Herts., dan Komisi melantik dia karena kelayakan sebagai Kanselir/Duta dari Gereja di Inggris. Uskup Ward memilih Uskup Agung berikutnya seiring dengan wafatnya Uskup Agung Sibley pada 15 Desember 1938.
Pada 25 Agustus 1945 Uskup Agung Ward berpartisipasi dalam suatu pertukaran tahbisan dengan sejumlah uskup-uskup lainnya, termasuk Mar Georgius, Dr. Hugh de Willmott Newman sebelumnya seorang pelanjut silsilah suksesi Irvingite yang mendapatkan tahbisan konsekrasi valid melalui sejumlah garis silsilah rasuliah yang berbeda. Rinciannya tertera dibawah ini.
Pada 6 Juni 1946 Uskup Agung Ward mentahbiskan Colin Mackenzie Chamberlain di Gereja Biara Mshikha Raja, Park Road, New Barnet, Herts., pada 6 Juni 1946 Uskup Agung Ward dibantu oleh Mar Gregorius, Katolikos dari Barat, dan lima uskup-uskup lainnya. Seiring wafatnya Uskup Agung Ward pada 2 Juli 1949, Uskup Chamberlain dipilih sebagai pelanjutnya. Uskup Agung Chamberlain mentahbiskan:
Peter Gilbert Strong di Kapel Biara dekat Limassol, Cyprus, pada 19 Maret 1951, dibantu oleh Uskup Martin Andrews dari Bournemouth. Pada tahun 1965 Uskup Strong dipilih sebagai Uskup Agung dalam suksesi untuk Uskup Agung Chamberlain. Uskup Agung Strong mentahbiskan:
John Reginald Cuffe di Gereja St. Cecelia, D’Aguilar Highway, Moodlu, Queensland, Australia pada 22 Nopember 1989. Uskup Agung Strong dibantu oleh Uskup Maurice Cuffe dari Wamuran.
Pada tanggal 6 Desember 2014, Primat Gereja Katolik Ortodoks, Metropolitan Uskup Agung John R. Cuffe bersama dengan Uskup Brian Baden dan Uskup John Guy menahbiskan: Nicholas H.Toruan di Katedral St. Cecilia, Moodlu, Queensland. Australia, sebagai Uskup untuk Gereja Nasrani Katolik Ortodoks Indonesia.
- JALUR MATA RANTAI TAHBISAN GEREJA ASSYRIA TIMUR (the Assyrian Church of the East):
Secara tradisional disebut Gereja Syria Timur atau Gereja Assyria dari Timur yang diberi label secara salah dengan julukan (Nestorian) dari pihak-pihak yang memberi label. Wilayahnya disebut Assyria atau Persia dan Mesopotamia yang diinjili oleh Shliakh Mar Thoma Ehoda, dibantu oleh Mar Addai, satu dari Murid Tujuh Puluh diutus oleh Mshikha (Lukas 10:1) dan satu dari murid-murid mereka. Dari Palestina, mereka memberitakan Injil ke mana-mana dengan Mar Thoma yang akhirnya tiba di India. Metropolitan dari Seleusia-Ktesiphon memerintah Gereja Persia dari sejak zaman awalnya, dua kota kembar Kerajaan Persia, yang tunduk kepada Patriak Antiokia dan dari Timur, tapi mengalami hambatan komunikasi, jurisdiksi Kepatriakan didelegasikan kepada Metropolitan yang ditetapkan menjadi, “Katolikos dari Timur” (contoh. “pemegang dari semua”) dan Patriak. Gereja Syro-Kaldea (resmi terbentuk Katolikos Timur) pada satu waktu menjadi tubuh terbesar Mshikhanim (pengikut Mshikha) di dunia, tersebar luas sampai seluruh Persia, Mesopotamia, India dan Cina, tapi menjadi semakin berkurang akibat Penganiayaan. Cabang India tetap dalam persekutuan hingga tahun 1599, ketika para misionaris Gereja Latin memaksa orang-orang Nasrani India memutus hubungan mereka dengan Keuskupan Seleusia-Ktesifon dan tunduk kepada Gereja Roma. Sebagaimana dijelaskan pada Tabel I, sejumlah kelompok dari mereka bergabung dengan Kepatriakan Ortodoks Syria – Antiokia pada tahun 1665 dan melembagakan diri sebagai Gereja Ortodoks Syria Malabar. Selama 250 tahun, terputus dari pusat jurisdiksi bersejarah mereka, sekelompok sisa yang setia terus bertahan, dan bertahan sampai tahun 1862 jurisdiksi Syro-Kaldea di India dipulihkan.
- 1. Mar Shimun IX Dinkha (Shemʿon IX Dinkha) (1580–1600) Patriak ke- 93.
- Mar Shimun X Eliyah (Shemʿon X Eliyah) (1600–1638) Patriak ke- 94.
- Mar Shimun XI Eshuyow (Shemʿon XI Eshuyow) (1638–1656) Patriak ke95.
- Mar Shimun XII Yoalaha (Shemʿon XII Yoalaha) (1656–1662) Patriak ke- 96.
- Mar Shimun XIII Dinkha (Shemʿon XIII Dinkha) (1662–1700) Patriak ke-97.
- Mar Shimun XIV Shlemon (Shemʿon XIV Shlemon) (1700-1740) Patriak ke-98.
- Mar Shimun XV Maqdassi Mikhail (Shemʿon XV Mikhaʿil Mukhtas) (1740-1780) Patriak ke- 99.
- Mar Shimun XVI Yohannan (Shemʿon XVI Yohannan) (1780-1820) Patriak ke- 100.
- Mar Shimun XVII Abraham (Shemʿon XVII Abraham) (1820-1861) Patriak ke- 101.
- Mar Shimun XVIII Rubil (juga Simon XVIII Rouel/Rowil/ Rowell) (1860-1903) Patriak ke-102:
- Dia Yang Mulia, Maram Mar Rowell Shimun XVIII, Reuben, Patriak Seleusia-Ktesifon dan Katolikos dari Timur, yang pada 17 Desember 1862, mentahbiskan:
- Anthony Thondanatt, Mar Abd Ishu, Metropolitan dari Trichur, yang pada 24 Juli 1899, mentahbiskan:
- Luis Mariano Scares, Mar Basileus, Metropolitan dari India, Ceylon, Mylapore, Socotra dan Messina, yang pada 30 Nopember 1902, mentahbiskan:
- Ulric Vemon Herford, Mar Jacobus, Uskup dari Mercia dan Middlesex, yang pada 28 Februari 1925, mentahbiskan:
- William Stanley McBean Knight, Mar Paulus, Uskup dari Kent, yang pada 18 Oktober 1931, mentahbiskan:
- Hedley Coward Bartlett, Uskup dari Siluria, yang pada 20 Mei 1945, mentahbiskan:
- Hugh George de Willmott Newman, Mar Georgius I, yang pada 25 Agustus 1944 mentahbiskan:
- John Sebastian Marlow Ward di Gereja Biaranya Mshikha sang Raja di Barnet.
John Sebastian Marlow Ward pada 6 Oktober 1935, di Gereja Biara Mshikha sang Raja, Park Road, New Barnet, Herts., dan Komisi melantik dia karena kelayakan sebagai Kanselir/Duta darai Gereja di Inggris. Uskup Ward memilih Uskup Agung berikutnya seiring dengan wafatnya Uskup Agung Sibley pada 15 Desember 1938.
- Pada 25 Agustus 1945 Uskup Agung Ward berpartisipasi dalam suatu pertukaran tahbisan dengan sejumlah Uskup – uskup lainnya, termasuk Mar Georgius, (Dr. Hugh de Willmott Newman) sebelumnya seorang pelanjut silsilah suksesi Irvingite yang mendapatkan tahbisan konsekrasi valid melalui sejumlah garis silsilah rasuliah yang berbeda. Rinciannya tertera dibawah ini.
- Pada 6 Juni 1946 Uskup Agung Ward mentahbiskan Colin Mackenzie Chamberlain di Gereja Biara Mshikha sang Raja, Park Road, New Barnet, Herts., pada 6 Juni 1946 Uskupu Agung Ward dibantu oleh Mar Gregorius, Katolikos dari Barat, dan lima uskup – uskup lainnya. Seiring wafatnya Uskup Agung Ward pada 2 Juli 1949, Uskup Chamberlain dipilih sebagai pelanjutnya. Uskup Agung Chamberlain mentahbiskan:
- Peter Gilbert Strong di Kapel Biara dekat Limassol, Cyprus, pada 19 Maret 1951, dibantu oleh Uskup Martin Andrews dari Bournemouth. Pada tahun 1965 Uskup Strong dipilih sebagai Uskup Agung dalam suksesi untuk Uskup Agung Chamberlain. Uskup Agung Strong mentahbiskan:
- John Reginald Cuffe di Gereja St. Cecelia, D’Aguilar Highway, Moodlu, Queensland, Australia pada 22 Nopember 1989. Uskup Agung Strong dibantu oleh Uskup Maurice Cuffe dari Wamuran. Pada tanggal 6 Desember 2014 di Moodlu, Queensland, Australia, Primat Metropolitan Uskup Agung John R Cuffe bersama dengan Uskup Brian Baden dan Uskup John Guy menahbiskan:
- Nicholas H. Toruan sebagai Uskup untuk Gereja Nasrani Katolik Orthodoks Indonesia.
III. GEREJA KATOLIK UNIAT – KALDEA (Babilonia)
Pada tahun 1445, sebagian dari Gereja Syro – Kaldea (Tabel II) berdomisili di Siprus masuk kedalam kesatuan dengan Gereja Roma dan Paus Eugenius IV mengancam dengan eks-komunikasi jika ada orang terus menyebut diri mereka “Nestorian.” Pada tahun 1552, sehubungan dengan pemilihan Patriak, perpecahan terjadi dalam tubuh utama di negeri mereka sendiri dan sebagian menyerahkan diri kepada Gereja Roma. Paus Julius VI mengangkat pemimpin mereka, Yuhanan Sulaka, sebagai Patriak Uniat pada 2 April 1553. Namun, akhirnya pengantinya Mar Shimun XIII melepaskan diri dari persekutuan dengan Gereja Roma pada tahun 1662 dan para pengganti seterusnya Para Patriak Syro – Kaldea dari sejak itu hingga hari ini. Sekelompok tetap dalam persekutuan dengan Roma selama bertahun – tahun diperintah oleh garis silsilah dari Patriak semua yang menyandang nama Yosip, tapi pada 5 Juli 1830, Paus Pius VIII menekan garis silsilah Yosip dan menyatakan John VIII Homez menjadi Patriak Babilon dari kaum Kaldea dan seterusnya, kepala dari Ritus Uniat Kaldea, yakni:
- Petrus Elia XIV, Abu-Al-Yunan, Patriak Babilon bagi Gereja Katolik Kaldea, pada 24 Juli 1892, mentahbiskan:
- Yosif Khayatt, Maran Mar Yosif Emmanuel II Thomas, Patriak Babilon bagi Gereja Katolik Kaldea pada 27 Mei 1917, mentahbiskan:
- Antoine Lefbeme, Komisi Khusus (Legasi), yang pada 4 Mei 1925, mentahbiskan:
- Albert Wolfert Brooks, Mar John Emmanuel, Uskup Titular dari Sardis, Uskup Agung Titular dari Ebbsfleet dan Administrator dari Sinode Metropolitan dari Gereja Episkopal Rasuliah dari USA, yang pada 16 Nopember 1934, mentahbiskan:
- Charles William Keller, yang pada 29 April 1945, mentahbiskan:
- Hugh George de Willmott Newman, Mar Georgius I, yang pada 25 Agustus 1944 mentahbiskan:
- John Sebastian Marlow Ward, di Gereja Biara Mshikha sang Raja di Barnet. Pada 6 Juni 1946 Uskup Agung Ward mentahbiskan:
- Colin Mackenzie Chamberlain di Gereja Biara Mshikha sang Raja, Park Road, New Barnet, Herts., pada 6 Juni 1946 Uskupu Agung Ward dibantu oleh Mar Gregorius, Katolikos dari Barat, dan lima uskup – uskup lainnya. Seiring wafatnya Uskup Agung Ward pada 2 Juli 1949, Uskup Chamberlain dipilih sebagai pelanjutnya. Uskup Agung Chamberlain mentahbiskan:
- Peter Gilbert Strong di Kapel Biara dekat Limassol, Cyprus, pada 19 Maret 1951, dibantu oleh Uskup Martin Andrews dari Bournemouth. Pada tahun 1965 Uskup Strong dipilih sebagai Uskup Agung dalam suksesi untuk Uskup Agung Chamberlain. Uskup Agung Strong mentahbiskan:
- John Reginald Cuffe di Gereja St. Cecelia, D’Aguilar Highway, Moodlu, Queensland, Australia pada 22 Nopember 1989. Uskup Agung Strong dibantu oleh Uskup Maurice Cuffe dari Wamuran. Pada tanggal 6 Desember 2014 di Moodlu, Queensland, Australia, Primat Metropolitan Uskup Agung John R Cuffe bersama dengan Uskup Brian Baden dan Uskup John Guy menahbiskan:
- Nicholas H. Toruan sebagai Uskup untuk Gereja Nasrani Katolik Ortodoks Indonesia.
- GEREJA ORTODOKS UNIAT ARMENIAN
Dasar asli dari Gereja Rasuliah Kudus Armenia bisa ditelusuri kepada Mar Thaddeus (mar Addai) dan Mar Eustatius (dua dari Murid 70). Pertobatan yang terhormat bangsa Armenian, sebagai satu bangsa, bagi Mshikha, diperoleh oleh Mar Gregory sang Illuminator, pada tahun 302 yang ditahbiskan sebagai Uskup Agung dari Etchmiadzine oleh Mar Leontius Deputi dari Kaesarea di Kappadokia, aslinya masih dalam Kepatriakan Antiokia, dan setelah itu dalam cakupan Konstantinople. Pada tahun 364, Gereja Armenian diberikan otonomi penuh sebagai Kekatolikan Mandiri dalam Gereja Rasuliah Satu Kudus dibawah Patriak Etchmiadzine, Katolikos Tertinggi dari semua orang Armenian. Pada abad ke-12, sejumlah orang Armenian mulai bersekutu dengan Gereja Roma dan Katolikos hadir sebagai tamu kehormatan pada Konsili Latin dari Antiokia (tahun 1141) dan kemudian, pada Konsili Florence (1439), kesatuan resmi dinyatakan; tapi ini tetap hanya pernyataan di atas kertas Surat saja, prakteknya tidak. Dari tahun 1701 usaha demi usaha dilakukan untuk mengupayakan Kesatuan Tubuh dan pada tahun 1712, garis silsilah Para Patriak Cihcia dari Armenian diinagurasi oleh Gereja Roma dalam diri orang yang bernama Peter Abraham I, dari sejak masa itu Gereja Uniat Armenian terus berlanjut hingga hari ini. Selama pemerintahan Patriak, Antonios Peter DC (Hassun):
- Uskup Agung Charchorunian pada 23 April 1878, mentahbiskan:
- Leon Chechemian, Mar Leon, yang pada 2 Nopember 1987, mentahbiskan:
- Andrew Charles Albert McLaglan, Mar Andries, Patriak Inggris Keempat, yang pada 4 Juni 1922, mentahbiskan:
- Herbert James Monzani Heard, Mar Jacobus II, Patriak Inggris Kelima, yang pada 13 Juni 1943, mentahbiskan:
- William Bernard Crow, Mar Basilius Abdullah III. Patriak dari Gereja Ortodoks Katolik Kuno Antiokia, yang pada 10 April 1944, mentahbiskan:
- Hugh George de Willmott Newman, Mar Georgius I, pada 25 Agustus 1944 mentahbiskan:
- John Sebastian Marlow Ward, di Gereja Biara Mshikha Raja di Barnet. Pada 6 Juni 1946 Uskup Agung Ward mentahbiskan:
- Colin Mackenzie Chamberlain di Gereja Biara Mshikha sang Raja, Park Road, New Barnet, Herts., pada 6 Juni 1946 Uskupu Agung Ward dibantu oleh Mar Gregorius, Katolikos dari Barat, dan lima uskup – uskup lainnya. Seiring wafatnya Uskup Agung Ward pada 2 Juli 1949, Uskup Chamberlain dipilih sebagai pelanjutnya. Uskup Agung Chamberlain mentahbiskan:
- Peter Gilbert Strong di Kapel Biara dekat Limassol, Cyprus, pada 19 Maret 1951, dibantu oleh Uskup Martin Andrews dari Bournemouth. Pada tahun 1965 Uskup Strong dipilih sebagai Uskup Agung dalam suksesi untuk Uskup Agung Chamberlain. Uskup Agung Strong mentahbiskan:
- John Reginald Cuffe di Gereja St. Cecelia, D’Aguilar Highway, Moodlu, Queensland, Australia pada 22 Nopember 1989. Uskup Agung Strong dibantu oleh Uskup Maurice Cuffe dari Wamuran. Pada tanggal 6 Desember 2014 di Moodlu, Queensland, Australia, Primat Metropolitan Uskup Agung John R Cuffe bersama dengan Uskup Brian Baden dan Uskup John Guy menahbiskan:
- Nicholas H. Toruan sebagai Uskup untuk Gereja Nasrani Katolik Ortodoks Indonesia.
- GEREJA KATOLIK LAMA (Garis Silsilah Inggris)
Singkatnya setelah Perang Dunia I pecah, Uskup Agung, bangsawan memutuskan bahwa genting untuk menyusun bagi perlindungan suksesi rasuliah dan memanggil para imamnya untuk memilih calon yang tepat bagi Keuskupan. Mereka memilih Reverend Frederick Willoughby, dahulunya seorang rohaniawan Anglikan, yang awalnya ditahbiskan seperti tercatat dibawah, tapi hubungannya dengan Gereja Katolik Lama di Inggris Raya resmi berakhir pada 19 Mei 1915 dan akhirnya ia bergabung dengan Gereja Roma Katolik. Uskup Agung Arnold Harris Mathew wafat pada 20 Desember 1919, yang pada waktu itu gerakan ini dikenal luas sebagai Gereja Katolik Lama di Inggris Raya. Sejak masa itu ada banyak lagi kebijakan pro – Roma diadopsi. Pada tahun 1914 keputusan dibuat untuk memulihkan Katolik Lama asli sebagai yang berbeda jelas dari dasar Gereja Roma Katolik Lama dan garis suksesi berikut ini terbentuk:
- Arnold Harris Mathew, pada 28 Oktober 1914, mentahbiskan:
- Frederick Samuel Willoughby, yang pada 9 Juli 1922, mentahbiskan:
- James Bartholomew Banks, James I. Primat Tertinggi dari Penatalayanan Gereja, pada 28 Mei 1940 mentahbiskan:
- Sidney Ernest Page Needham, pada 4 Januari 1945, mentahbiskan:
- Hugh George de Willmott Newman, Mar Georgius I, pada 25 Agustus 1944 mentahbiskan:
- John Sebastian Marlow Ward, di Gereja Biara Mshikha Raja di Barnet. Pada 6 Juni 1946 Uskup Agung Ward mentahbiskan:
- Colin Mackenzie Chamberlain di Gereja Biara Mshikha sang Raja, Park Road, New Barnet, Herts., pada 6 Juni 1946 Uskupu Agung Ward dibantu oleh Mar Gregorius, Katolikos dari Barat, dan lima uskup – uskup lainnya. Seiring wafatnya Uskup Agung Ward pada 2 Juli 1949, Uskup Chamberlain dipilih sebagai pelanjutnya. Uskup Agung Chamberlain mentahbiskan:
- Peter Gilbert Strong di Kapel Biara dekat Limassol, Cyprus, pada 19 Maret 1951, dibantu oleh Uskup Martin Andrews dari Bournemouth. Pada tahun 1965 Uskup Strong dipilih sebagai Uskup Agung dalam suksesi untuk Uskup Agung Chamberlain. Uskup Agung Strong mentahbiskan:
- John Reginald Cuffe di Gereja St. Cecelia, D’Aguilar Highway, Moodlu, Queensland, Australia pada 22 Nopember 1989. Uskup Agung Strong dibantu oleh Uskup Maurice Cuffe dari Wamuran. Pada tanggal 6 Desember 2014 di Moodlu, Queensland, Australia, Primat Metropolitan Uskup Agung John R Cuffe bersama dengan Uskup Brian Baden dan Uskup John Guy menahbiskan:
- Nicholas H. Toruan sebagai Uskup untuk Gereja Nasrani Katolik Ortodoks Indonesia.
- KATOLIK ROMA, RITUS SYRO – KALDEA
Ketika Mar Anthony Thondanatt menerima tahbisan dari Patriak Nestorian, Maram Mar Rowell Shimun XVIII, (Tabel II) aksinya memutus hubungan dari persekutuan dengan Gereja Roma. Namun, setelah tiga tahun hubungannya dengan Roma dipulihkan kembali. Akhirnya, ia ditahbiskan ulang, sebagai berikut:
- Hanna Sahhar, Mar Elia Johannan Mellus, dari Gereja Katolik Kaldea, pada 5 Maret 1882, mentahbiskan:
- Anthony Thondanatt, Mar Abd Ishu, Metropolitan dari Trichur, pada 24 Juli 1899, mentahbiskan:
- Luis Mariano Scares, Mar Basileus, pada 30 Nopember 1902, mentahbiskan:
- Ulric Vemon Herford, Mar Jacobus, pada 28 Februari 1925, mentahbiskan:
- William Stanley McBean Knight, Mar Paulus, pada 18 Oktober 1931, mentahbiskan:
- Hedley Coward Bartlett, pada 20 Mei 1945, mentahbiskan:
- Hugh George de Willmott Newman, Mar Georgius I, pada 25 Agustus 1944 mentahbiskan:
- John Sebastian Marlow Ward, di Gereja Biara Mshikha Raja di Barnet. Pada 6 Juni 1946 Uskup Agung Ward mentahbiskan:
- Colin Mackenzie Chamberlain di Gereja Biara Mshikha sang Raja, Park Road, New Barnet, Herts., pada 6 Juni 1946 Uskupu Agung Ward dibantu oleh Mar Gregorius, Katolikos dari Barat, dan lima uskup – uskup lainnya. Seiring wafatnya Uskup Agung Ward pada 2 Juli 1949, Uskup Chamberlain dipilih sebagai pelanjutnya. Uskup Agung Chamberlain mentahbiskan:
- Peter Gilbert Strong di Kapel Biara dekat Limassol, Cyprus, pada 19 Maret 1951, dibantu oleh Uskup Martin Andrews dari Bournemouth. Pada tahun 1965 Uskup Strong dipilih sebagai Uskup Agung dalam suksesi untuk Uskup Agung Chamberlain. Uskup Agung Strong mentahbiskan:
- John Reginald Cuffe di Gereja St. Cecelia, D’Aguilar Highway, Moodlu, Queensland, Australia pada 22 Nopember 1989. Uskup Agung Strong dibantu oleh Uskup Maurice Cuffe dari Wamuran. Pada tanggal 6 Desember 2014 di Moodlu, Queensland, Australia, Primat Metropolitan Uskup Agung John R Cuffe bersama dengan Uskup Brian Baden dan Uskup John Guy menahbiskan:
- Nicholas H. Toruan sebagai Uskup untuk Gereja Nasrani Katolik Ortodoks Indonesia.
VII. KATOLIK ROMA/ TAHBISAN REUNI KERJASAMA
Perselisihan atas keabsahan tahbisan Anglikan menghasilkan keinginan diantara beberapa rohaniawan dalam Gereja Inggris untuk tahbisan dimana Gereja Roma mempertanyakan dan untuk mengakui sebagai yang sah. Keinginan ini menggiring kepada usaha diam – diam untuk mengamankan tahbisan yang tak bisa digugat kesahihannya bagi rohaniawan Inggris. Dua imam dari Gereja Inggris dan satu orang Inggris dari Kepatriakan Syria mentahbiskan secara rahasia, agaknya untuk memproteksi si pentahbis. Mereka adalah Frederick George Lee dan Thomas Wimberley Mossman, keduanya imam Gereja Anglikan, dan John Thomas Seccombe, yang telah ditahbiskan oleh Raimond Ferrette, Mar Julius yang mendapat tahbisan langsung dari Patriak Mar Ignatius Peter, Patriak Ortodoks Syria – Antiokhia, pada 2 Juni 1866. Segera, ketiga orang ini dilaporkan mentahbiskan ulang sejumlah imam – imam Anglikan. Mereka menyebut usaha mereka “the Order of Corporate Reunion” (Tahbisan Penyatuan Kerjasama). Namun, disebabkan usaha ini tidak mencantumkan keputusan resmi Gereja Inggris (the Church of England), dan sesudah itu dipandang memanipulasi Gereja Roma dalam pemberian pengakuan tahbisan Anglikan, gerakan gagal. Tahbisan diberikan, namun, diakui sebagai tahbisan sah: (*)
- Ugo Pietro Spinola, Uskup dari Gereja Roma Katolik, 6 Juni 1847, mentahbiskan:
- Luigi Nazari, sesudah itu Uskup Agung dari Milano, yang pada musim panas 1877 mentahbiskan:
- Frederick George Lee, Thomas Wimberley Mossman dan John Thomas Seccombe, untuk Tahbisan Reuni Kerjasama; yang, dengan Richard Williams Morgan, pada 6 Maret 1879, mentahbiskan:
- Charles Isaac Stevens, Mar Theophilus I, Patriak Inggris Kedua dari Kepatriakan Antiokia, pada 4 Mei 1890, mentahbiskan:
- Leon Chechemian, Mar Leon, pada 2 Nopember 1897, mentahbiskan:
- Andrew Charles Albert McLaglan, Mar Andries, pada 4 Juni 1922, mentahbiskan:
- Herbert James Monzani Heard, Mar Jacobus, pada 13 Juni 1943, mentahbiskan:
- William Bernard Crow, Mar Basilius Abdullah III, yang pada 10 April 1944, mentahbiskan:
- Hugh George de Willmott Newman, Mar Georgius I, pada 25 Agustus 1944 mentahbiskan:
- John Sebastian Marlow Ward, di Gereja Biara Mshikha Raja di Barnet. Pada 6 Juni 1946 Uskup Agung Ward mentahbiskan:
- Colin Mackenzie Chamberlain di Gereja Biara Mshikha sang Raja, Park Road, New Barnet, Herts., pada 6 Juni 1946 Uskupu Agung Ward dibantu oleh Mar Gregorius, Katolikos dari Barat, dan lima uskup – uskup lainnya. Seiring wafatnya Uskup Agung Ward pada 2 Juli 1949, Uskup Chamberlain dipilih sebagai pelanjutnya. Uskup Agung Chamberlain mentahbiskan:
- Peter Gilbert Strong di Kapel Biara dekat Limassol, Cyprus, pada 19 Maret 1951, dibantu oleh Uskup Martin Andrews dari Bournemouth. Pada tahun 1965 Uskup Strong dipilih sebagai Uskup Agung dalam suksesi untuk Uskup Agung Chamberlain. Uskup Agung Strong mentahbiskan:
- John Reginald Cuffe di Gereja St. Cecelia, D’Aguilar Highway, Moodlu, Queensland, Australia pada 22 Nopember 1989. Uskup Agung Strong dibantu oleh Uskup Maurice Cuffe dari Wamuran. Pada tanggal 6 Desember 2014 di Moodlu, Queensland, Australia, Primat Metropolitan Uskup Agung John R Cuffe bersama dengan Uskup Brian Baden dan Uskup John Guy menahbiskan:
- Nicholas H. Toruan sebagai Uskup untuk Gereja Nasrani Katolik Ortodoks Indonesia.
Catatan: (*) Jika proses tahbisan ulang (Sub-Conditione) ini diumumkan resmi oleh Uskup Agung Canterbury Gereja Anglikan secara resmi ini akan berdampak luas seluruh dunia bergolak mosi tak percaya kepada Gereja Anglikan yang selama ini sudah berjalan ratusan tahun sejak pisah dengan Gereja Roma Katolik, Dewan Kementerian Kerajaan Inggris dan Raja dan Para Bangsawan semua akan bersidang raya untuk mengadakan keputusan tahbisan imam Gereja Inggris dan ini bisa menimbulkan efek yang tak diinginkan secara politis, perang saudara, dan pertikaian serta ekses lainnya yang tak bisa diprediksi. Itulah sebabnya, tahbisan ini diadakan secara diam – diam tetapi terus merangkak masuk kedalam Tubuh Gereja Anglikan sehingga tidak ada ekses penunggangan politis.
VIII. ANGLIKAN / KEUSKUPAN PEMBENTUKAN KEMBALI
Gereja Reformed Episcopal didirikan di Philadelphia pada 2 Desember 1873, oleh Uskup George David Cummins, dahulunya Uskup Pembantu dari Kentucky pada Gereja Keuskupan Anglikan di USA. Pada 14 Desember 1873, Cummins mentahbiskan:
- Charles Edward Cheney, yang pada 22 Juni 1879, mentahbiskan:
- Alfred Spencer Richardson, pada 4 Mei 1890, mentahbiskan:
- Leon Chechemian, pada 2 Nopember 1897, mentahbiskan:
- Andrew Charles Albert McLaglan, Mar Andries, pada 4 Juni 1922, mentahbiskan:
- Herbert James Monzani Heard, Mar Jacobus, 13 Juni 1943, mentahbiskan:
- William Bernard Crow, Mar Basilius Abdullah III, pada 10 April 1944, mentahbiskan:
- Hugh George de Willmott Newman, Mar Georgius I, pada 25 Agustus 1944, mentahbiskan:
- John Sebastian Marlow Ward, di Gereja Biara Mshikha Raja di Barnet. Pada 6 Juni 1946 Uskup Agung Ward mentahbiskan:
- Colin Mackenzie Chamberlain di Gereja Biara Mshikha sang Raja, Park Road, New Barnet, Herts., pada 6 Juni 1946 Uskup Agung Ward dibantu oleh Mar Gregorius, Katolikos dari Barat, dan lima uskup – uskup lainnya. Seiring wafatnya Uskup Agung Ward pada 2 Juli 1949, Uskup Chamberlain dipilih sebagai pelanjutnya. Uskup Agung Chamberlain mentahbiskan:
- Peter Gilbert Strong di Kapel Biara dekat Limassol, Cyprus, pada 19 Maret 1951, dibantu oleh Uskup Martin Andrews dari Bournemouth. Pada tahun 1965 Uskup Strong dipilih sebagai Uskup Agung dalam suksesi untuk Uskup Agung Chamberlain. Uskup Agung Strong mentahbiskan:
- John Reginald Cuffe di Gereja St. Cecelia, D’Aguilar Highway, Moodlu, Queensland, Australia pada 22 Nopember 1989. Uskup Agung Strong dibantu oleh Uskup Maurice Cuffe dari Wamuran. Pada tanggal 6 Desember 2014 di Moodlu, Queensland, Australia, Primat Metropolitan Uskup Agung John R Cuffe bersama dengan Uskup Brian Baden dan Uskup John Guy menahbiskan:
Nicholas H. Toruan sebagai Uskup untuk Gereja Nasrani Katolik Ortodoks Indonesia.